Langsung ke konten utama

Postingan

RISALAH REFLEKSI KEMERDEKAAN UMAT DAN BANGSA DALAM

  RISALAH REFLEKSI KEMERDEKAAN UMAT DAN BANGSA DALAM KEMERDEKAAN INDONESIA Kata Kunci: Kemerdekaan Umat; Kedaulatan Bangsa; Refleksi Kebangsaan; Persatuan Indonesia Kemerdekaan Indonesia bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus. Ini adalah hasil dari perjalanan panjang perjuangan, pengorbanan, keberanian, dan kesediaan para pendahulu bangsa untuk mengutamakan kebaikan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Oleh karena itu, kemerdekaan tidak boleh hanya menjadi kenangan kolektif masa lalu. Melainkan, ini harus menjadi ruang refleksi untuk menilai sejauh mana bangsa Indonesia berhasil memberikan substansi pada kemerdekaan melalui kehidupan yang ditandai dengan keadilan, kedaulatan, dan martabat. Pada Kemerdekaan umat dan kemerdekaan bangsa bukanlah konsep yang saling bertentangan. Bagi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), kehidupan umat dan kehidupan bangsa sangat terkait erat. Islam memberikan perspektif moral tentang tanggung jawab manusia, ...
Postingan terbaru

ZELFBESTUUR MENUJU KEDAULATAN HAKIKI: BAYANG-BAYANG KOLONIALISME INTERNAL DI INDONESIA PASCA KEMERDEKAAN

  Penulis: Tjakra Mahardhika Lebih dari satu abad yang lalu, Raden Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto menggetarkan panggung politik kolonial dengan tuntutan Zelfbestuur atau pemerintahan sendiri. Bagi sang “Raja Jawa Tanpa Mahkota”, kemerdekaan bukan sekadar pergantian bendera, melainkan penghapusan eksploitasi manusia atas manusia lainnya (exploitation de l'homme par l'homme) (Tjokroaminoto, 1924). Namun, di era kontemporer, ketika kedaulatan secara   politik telah digenggam, muncul diskursus kritis yang mempertanyakan apakah esensi kolonialisme di Indonesia benar-benar telah sirna atau hanya berganti rupa menjadi apa yang disebut para sosiolog sebagai "kolonialisasi internal" (Hechter, 1975).   Zelfbestuur: Visi Kedaulatan Tjokroaminoto Akar dari perlawanan terhadap kolonialisme di Indonesia adalah kesadaran akan martabat. Tjokroaminoto melalui Sarekat Islam menegaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki hak kodrati untuk mengatur rumah tangganya sendiri (Tjokro...